Provinsi Kalbar - Kalimantan Barat

Hasil Quick Count Pilpres 2019 Provinsi Kalbar - Kalimantan BaratKalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan dengan ibu kota di Pontianak. Luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). Merupakan provinsi terluas keempat setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Daerah Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki provinsi "Seribu Sungai". Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.

Kalimantan Barat berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia.[6] Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Barat menurut sensus tahun 2004 berjumlah 4.073.304 jiwa (1,85% penduduk Indonesia).

Kabupaten dan Kota

No. Kabupaten/Kota Ibu kota

1 Kabupaten Bengkayang Bengkayang
2 Kabupaten Kapuas Hulu Putussibau
3 Kabupaten Kayong Utara Sukadana
4 Kabupaten Ketapang Ketapang
5 Kabupaten Kubu Raya Sungai Raya
6 Kabupaten Landak Ngabang
7 Kabupaten Melawi Nanga Pinoh
8 Kabupaten Pontianak Mempawah
9 Kabupaten Sambas Sambas
10 Kabupaten Sanggau Sanggau
11 Kabupaten Sekadau Sekadau
12 Kabupaten Sintang Sintang
13 Kota Pontianak -
14 Kota Singkawang -

Menurut kakawin Nagarakretagama (1365), Kalimantan Barat menjadi taklukan Majapahit, bahkan sejak zaman Singhasari yang menamakannya Bakulapura atau Tanjungpura. Wilayah kekuasaan Tanjungpura membentang dari Tanjung Dato sampai Tanjung Sambar. Pulau Kalimantan kuno terbagi menjadi 3 wilayah negara kerajaan induk: Borneo (Brunei), Sukadana (Tanjungpura) dan Banjarmasin. Tanjung Dato adalah perbatasan wilayah mandala Borneo (Brunei) dengan wilayah mandala Sukadana (Tanjungpura), sedangkan Tanjung Sambar batas wilayah mandala Sukadana/Tanjungpura dengan wilayah mandala Banjarmasin (daerah Kotawaringin). Daerah aliran Sungai Jelai, di Kotawaringin di bawah kekuasaan Banjarmasin, sedangkan sungai Kendawangan di bawah kekuasaan Sukadana. Perbatasan di pedalaman, perhuluan daerah aliran sungai Pinoh (Lawai) termasuk dalam wilayah Kerajaan Kotawaringin (bawahan Banjarmasin) Menurut Hikayat Banjar (1663), negeri Sambas, Sukadana dan negeri-negeri di Balitang Lawai atau Batang Lawai (nama kuno sungai Kapuas) pernah menjadi taklukan Kerajaan Banjar atau pernah mengirim upeti sejak zaman Hindu, bahkan Raja Panembahan Sambas telah menghantarkan upeti berupa dua biji intan yang berukuran besar yang bernama Si Giwang dan Si Misim.

Pada tahun 1604 pertama kalinya Belanda berdagang dengan Sukadana. Sejak 1 Oktober 1609, Kerajaan Panembahan Sambas menjadi daerah protektorat VOC Belanda. Walaupun belakangan negeri Sambas dibawah kekuasaan menantu Raja Panembahan Sambas yang merupakan seorang Pangeran dari Brunei, namun negeri Sambas tetap tidak termasuk dalam mandala negara Brunei. Sesuai perjanjian 20 Oktober 1756 VOC Belanda berjanji akan membantu Sultan Banjar Tamjidullah I untuk menaklukan kembali daerah-daerah yang memisahkan diri diantaranya Sanggau, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi), sedangkan daerah-daerah lainnya merupakan milik Kesultanan Banten, kecuali Sambas. Menurut akta tanggal 26 Maret 1778 negeri Landak dan Sukadana (sebagian besar Kalbar) diserahkan kepada VOC Belanda oleh Sultan Banten. Inilah wilayah yang mula-mula menjadi milik VOC Belanda selain daerah protektorat Sambas.

Pada tahun itu pula Syarif Abdurrahman Alkadrie yang dahulu telah dilantik di Banjarmasin sebagai Pangeran yaitu Pangeran Syarif Abdurrahman Nur Alam direstui oleh VOC Belanda sebagai Sultan Pontianak yang pertama dalam wilayah milik Belanda tersebut. Pada tahun 1789 Sultan Pontianak dibantu Kongsi Lan Fang diperintahkan VOC Belanda untuk menduduki negeri Mempawah dan kemudian menaklukan Sanggau. Pada tanggal 4 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjar menyerahkan Jelai, Sintang dan Lawai (Kabupaten Melawi) kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Tahun 1846 daerah koloni Belanda di pulau Kalimantan memperoleh pemerintahan khusus sebagai Dependensi Borneo. Pantai barat Borneo terdiri atas asisten residen Sambas dan asisten residen Pontianak. Divisi Sambas meliputi daerah dari Tanjung Dato sampai muara sungai Doeri.

Sedangkan divisi Pontianak yang berada di bawah asisten residen Pontianak meliputi distrik Pontianak, Mempawah, Landak, Kubu, Simpang, Sukadana, Matan, Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Sepapoe, Belitang, Silat, Salimbau, Piassa, Jongkong, Boenoet, Malor, Taman, Ketan, dan Poenan [18] Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, 14 daerah di wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8. Pada 1855, negeri Sambas dimasukan ke dalam wilayah Hindia Belanda menjadi Karesidenan Sambas.

Menurut Hikayat Malaysia, Brunei, dan Singapore wilayah yang tidak bisa dikuasai dari kerajaan Hindu sampai kesultanan Islam di Kalimantan Barat adalah kebanyakan dari Kalimantan Barat seperti Negeri Sambas dan sekitarnya, dan menurut Negara Brunei Darussalam Hikayat Banjar adalah palsu dan bukan dibuat dari kesultanan Banjar sendiri melainkan dari tangan-tangan yang ingin merusak nama Kalimantan Barat dan disebarluaskan keseluruh Indonesia sampai saat ini, karena menurut penelitian para ahli psikolog di dunia Negeri Sambas tidak pernah kalah dan takluk dengan Negara manapun.

Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal yang dimuat dalam STB 1938 No. 352, antara lain mengatur dan menetapkan bahwa ibukota wilayah administratif Gouvernement Borneo berkedudukan di Banjarmasin dibagi atas 2 Residentir, salah satu diantaranya adalah Residentie Westerafdeeling Van Borneo dengan ibukota Pontianak yang dipimpin oleh seorang Residen. Pada tanggal 1 Januari 1957 Kalimantan Barat resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956 tanggal 7 Desember 1956. Undang-undang tersebut juga menjadi dasar pembentukan dua provinsi lainnya di pulau terbesar di Nusantara itu. Kedua provinsi itu adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Selengkapnya

Hasil Quick Count Pilgub Kalbar - Kalimantan Barat

Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilkada Pilgub Kalbar - Kalimantan Barat 2018Pilgub Kalbar 2018 - Pemilihan Umum Gubernur Kalimantan Barat 2018 (selanjutnya disebut Pilgub Kalbar 2018) akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2018–2023. Jadwal pemilihan periode ini dimundurkan dari periode sebelumnya karena mengikuti jadwal Pilkada Serentak gelombang ketiga pada Juni 2018.

Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018 Pilkada Provinsi Kalimantan Barat :

1 Milton-Boyman 49.04 persen suara
2 Karolin-Gidot 43.74 persen suara
3 Sutarmidji-Ria Norsan 49.04 persen suara

#Update Hasil Quick Count Pilgub Kalbar 2018 Pilkada Provinsi Kalimantan Barat versi Saiful Mujani data masuk 100%

Berdasarkan peraturan, hanya partai politik yang memiliki 13 kursi atau lebih di DPRD Kalimantan Barat yang dapat mengajukan kandidat. Partai politik yang memiliki kursi kurang dapat mengajukan calon hanya jika mereka telah memperoleh dukungan dari partai politik lainnya. Untuk jalur perorangan jumlah dukungan yang mesti dikumpulkan sebanyak 300.883 pendukung yang harus tersebar di lebih dari 50 persen jumlah kabupaten/kota di Kalimantan Barat yakni delapan kabupaten/kota.
Selengkapnya

Pilwako Singkawang 2017 - Pemilihan Walikota

Hasil Hitung Cepat Pilkada Kota Singkawang 2017Pilkada Kota Singkawang 2017 diikuti empat kandidat akan bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah pada Februari 2017 berdasarkan hasil rapat pleno penetapan calon wali kota dan wakil Walikota Singkawang yang dilakukan KPU setempat. Dalam pleno ini telah ditetapkan sebanyak tiga pasangan calon dari gabungan partai politik dan satu pasangan calon jalur independen (perseorangan).

Tiga pasangan calon dari gabungan partai politik adalah Tjhai Chui Mie-Irwan (CHAIR), Tjhai Nyit Khim-Suriyadi (MAS) dan Abdul Muthalib (petahana)-Muhammadin (AMIN). Kemudian untuk pasangan calon independen (perseorangan) adalah Andi Syarif-Nurmansyah (An-Nur). Sedangkan untuk pasangan independen lainnya, yakni Moses Ahie-Amir Fattah (MAAF) tidak lolos lantaran tidak memenuhi syarat sebagai peserta yang sudah ditetapkan sebanyak 16.407 dukungan.

Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilwako Pilkada Kota Singkawang 2017 :

1. Tjhai Nyit Khim - Suriyadi : persen suara
2. Tjhai Chui Mie - Irwan : persen suara
3. Abdul Muthalib - Muhammadin : persen suara
4. Andi Syarif - Nurmansyah : persen suara

Pasangan nomor urut 1 Tjhai Nyit Khim - Suriyadi diusung Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Sedangkan pasangan nomor urut 2 Tjhai Chui Mie - Irwan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, Partai Demokrat dan Partai Hati Nurani Rakyat. Sementara itu pasangan nomor urut 3 Abdul Muthalib - Muhammadin diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Terakhir, pasangan nomor urut 4 Andi Syarif - Nurmansyah merupakan Calon perseorangan - Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Pilwako Pilkada Kota Singkawang dan2017
Selengkapnya

Kota Singkawang - Kalimantan Barat

Pengumuman CPNS Kota Singkawang - Kalimantan BaratKota Singkawang atau San Keuw Jong (Hanzi: 山口洋 hanyu pinyin: Shānkǒu Yáng) adalah sebuah kota (kotamadya) di Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 145 km sebelah utara dari Kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat, dan dikelilingi oleh pegunungan Pasi, Poteng, dan Sakok. Nama Singkawang berasal dari bahasa Hakka, San khew jong yang mengacu pada sebuah kota di bukit dekat laut dan estuari.

Singkawang memperoleh status kota berdasarkan UU No. 12/2001, tanggal 21 Juni 2001. Berdasarkan Perda Kota Singkawang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Perubahan desa menjadi Kelurahan di Kota Singkawang dan Perda Nomor 2 Tahun 2003 tentang Pembentukan dan Perubahan Nama Kecamatan di Kota Singkawang sesuai dengan ketentuan tersebut di atas, terdapat 5 (lima) kecamatan dan 26 (dua puluh enam) kelurahan, yakni:

Singkawang Barat, 4 (empat) kelurahan, yaitu:

Kelurahan Pasiran,
Kelurahan Melayu,
Kelurahan Kuala, dan
Kelurahan Tengah.

Singkawang Utara, 7 (tujuh) kelurahan, yaitu:

Kelurahan Sei Garam Hilir,
Kelurahan Naram,
Kelurahan Sei Bulan,
Kelurahan Sei Rasau,
Kelurahan Setapuk Kecil,
Kelurahan Setapuk Besar, dan
Kelurahan Semelagi Kecil

Singkawang Selatan, 4 (empat) kelurahan, yaitu:

Kelurahan Sedau,
Kelurahan Sijangkung,
Kelurahan Pangmilang, dan
Kelurahan Sagatani.

Singkawang Timur, 5 (lima) kelurahan, yaitu:

Kelurahan Sanggau Kulor,
Kelurahan Pajintan,
Kelurahan Nyarumkop,
Kelurahan Bagak Sahwa, dan
Kelurahan Mayasopa.

Singkawang Tengah, 6 (enam) kelurahan, yaitu:

Kelurahan Roban,
Kelurahan Condong,
Kelurahan Sekip Lama,
Kelurahan Jawa,
Kelurahan Sei Wie, dan
Kelurahan Bukit Batu.

Kota Singkawang merupakan salah satu pecinan di Indonesia karena mayoritas penduduknya adalah orang Hakka (dengan persentase sekitar 42%) dan selebihnya adalah orang Melayu, Dayak, Tio Ciu, Jawa dan pendatang lainnya. Populasi penduduknya terus mengalami peningkatan setiap tahun dengan laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2006 adalah 5,6 persen. Berdasarkan data Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Singkawang pada tahun 2011, tercatat jumlah penduduk sebanyak 246.306 jiwa.
Selengkapnya

Kabupaten Sintang - Kalimantan Barat

Pengumuman CPNS Kabupaten Sintang - Kalbar - Kalimantan BaratKabupaten Sintang adalah salah satu daerah otonom tingkat II di bawah provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Sintang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 21.635 km² dan berpenduduk sebesar ± 365.000 jiwa. Kepadatan penduduk 16 jiwa/km2 yang terdiri dari multietnis dengan mayoritas suku Dayak dan Melayu.

Kabupaten Sintang dibagi menjadi 14 wilayah kecamatan, yaitu:

Ambalau
Binjai Hulu
Dedai
Kayan Hilir
Kayan Hulu
Kelam Permai
Ketungau Hilir
Ketungau Hulu
Ketungau Tengah
Sei Tebelian (Sungai Tebelian)
Sepauk
Serawai
Sintang
Tempunak

Lihat : Hasil Quick Count Pilbup Sintang 2015

Daerah Pemerintahan Kabupaten Sintang, pada tahun 2005, terbagi menjadi 14 kecamatan, 6 kelurahan, dan 183 desa. Kecamatan terluas adalah Kecamatan Ambalau dengan luas 29,52 persen dari total luas wilayah Kabupaten Sintang, sedangkan luas masing–masing kecamatan lainnya hanya berkisar 1–29 persen dari luas Kabupaten Sintang. Secara umum Kabupaten Sintang luasnya hampir menyamai luas Provinsi Sumatera Utara.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Sintang merupakan perbukitan dengan luas sekitar 22.392 km2 atau sekitar 69,37 persen dari luas Kabupaten Sintang (32.279 km2). Kabupaten Sintang merupakan kabupaten terbesar ke-dua di Provinsi Kalimantan Barat, setelah Kabupaten Ketapang. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Mata pencaharian utama masyarakat di kawasan ini adalah petani sawit dan karet.
Selengkapnya

Kabupaten Sekadau - Kalimantan Barat

Pengumuman CPNS Kabupaten Sekadau - Kalimantan BaratKabupaten Sekadau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kabupaten Sekadau merupakan daerah kecil yang memiliki potensi jalur transportasi segitiga, yakni daerah Nanga Taman dan Nanga Mahap yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ketapang. Kota Sekadau merupakan kota inti yang dilewati oleh jalur ke kota maupun pedalaman, daerah Tiga Belitang berbatasan dengan Senaning, Kabupaten Sintang dan Sarawak, Malaysia Timur.

Kecamatan di Kabupaten Sekadau - Kalimantan Barat :

► Belitang Hilir, Sekadau‎ (1 H)
► Belitang Hulu, Sekadau‎ (1 H)
► Belitang, Sekadau‎ (1 H)
► Nanga Mahap, Sekadau‎ (1 H)
► Nanga Taman, Sekadau‎ (1 H)
► Sekadau Hilir, Sekadau‎ (15 H)
► Sekadau Hulu, Sekadau‎ (1 H)

Kabupaten Sekadau merupakan pemekaran dari Kabupaten Sanggau, secara geografis terletak pada 0o38'23" LU dan 0o44'25" LS, serta di antara 110o33'07" BT dan 111o17'44"BT. Batas batas wilayah Kabupaten Sekadau terdiri dari : " Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sanggau " Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sintang " Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Sintang " Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Ketapang

Kabupaten Sekadau yang beribukota di Sekadau memiliki luas 5.444,30 Km² atau 3,71% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat, yang terbagi dalam 76 Desa dan 7 Kecamatan diantaranya Kecamatan Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Taman, Kecamatan Sekadau Hulu, Kecamatan Sekadau Hilir, Kecamatan Belitang Hilir, Kecamatan Belitang dan Kecamatan Belitang Hulu.

Komoditi unggulan Kabupaten Sekadau yaitu sektor perkebunan, pertanian dan jasa. Sektor Perkebunan komoditi unggulannya adalah Kelapa Sawit, Kakao, Karet, Kopi, Kelapa, dan Lada. Sub sektor Pertanian komoditi yang diunggulkan berupa Jagung, Ubi Jalar, dan Ubi Kayu. sub sektor jasa Pariwisatanya yaitu wisata alam.
Selengkapnya

Kabupaten Sambas - Kalimantan Barat

Pengumuman CPNS Kabupaten Sambas - Kalimantan BaratKabupaten Sambas adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km² atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat), merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah provinsi Kalimantan Barat. Panjang pantai ± 128,5 km dan panjang perbatasan negara ± 97 km.

Kabupaten Sambas yang terbentuk sekarang ini adalah hasil pemekaran kabupaten pada tahun 2000. Sebelumnya wilayah Kabupaten Sambas sejak tahun 1960 adalah meliputi juga Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang sekarang dimana pembentukan Kabupaten Sambas pada tahun 1960 itu adalah berdasarkan bekas wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas. Wilayah administratif Kabupaten Sambas meliputi 19 (sembilan belas) kecamatan, yaitu:

Sambas
Selakau
Pemangkat
Tebas
Jawai
Teluk Keramat
Sejangkung
Paloh
Subah
Sajingan Besar
Galing
Tekarang
Semparuk
Jawai Selatan
Sebawi
Sajad
Tangaran
Selakau Timur
Salatiga

Keseluruhan wilayah kecamatan tersebut dibagi lagi menjadi 183 desa.

Sambas adalah sebuah kecamatan sekaligus ibu kota kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia. Kota Sambas secara geografis terletak hampir di tengah-tengah wilayah Kabupaten Sambas. Orang yang pertama membuka dan mengembangkan Kota Sambas adalah Sultan Muhammad Tajuddin I (Raden Bima, Sultan Sambas ke-2) yang pada sekitar tahun 1683 M memindahkan pusat pemerintahan Kesultanan Sambas dari Lubuk Madung ke Muare Ulakkan (persimpangan sungai sambas, sungai teberau dan sungai subah) yang kemudian berkembang menjadi Kota Sambas sekarang ini. Sehingga perkembangan kota ini berawal dari pusat Kesultanan Sambas yang dahulu berada persis di persimpangan alur Sungai Sambas, Sungai Teberau dan Sungai Subah.

Sekarang Kota Sambas merupakan Ibu Kota Kabupaten Sambas yang secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Sambas. Kecamatan Sambas (lebih biasa) dipanggil oleh penduduk kabupaten sebagai Kota Sambas, yang juga berslogan "Kota Sambas Terigas". Sambas yang dikenal sekarang merupakan kota pusat pemerintahan Kesultanan Sambas, yang berpusat di Istana Alwatzikoebillah, desa Dalam Kaum. Tepat di depan istana berdiri pula sebuah masjid tua yang merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Sambas, yaitu Masjid Agung Jami' atau Masjid Sultan Muhammad Syafi'oeddin II.

Masyarakat kota Sambas didominasi oleh suku Melayu, yaitu Melayu Sambas. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Sambas dengan kekhasan tersendiri, yaitu pada pengucapan huruf 'e' seperti kata 'lélé' di dalam bahasa Indonesia. Kurang lebih bahasa Melayu Sambas terdengar sama seperti dialek Betawi (Jakarta), namun terdapat beberapa kosakata yang berbeda seperti kata nyak (Btw.), dalam bahasa Melayu Sambas adalah ummak. Keunikan lain dari bahasa Melayu Sambas adalah pengucapan huruf ganda, seperti pada kata bassar (besar dalam bahasa Indonesia).
Selengkapnya

Kabupaten Sanggau - Kalimantan Barat

Pengumuman CPNS Kabupaten Sanggau - Kalimantan BaratKabupaten Sanggau adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sanggau merupakan salah satu daerah yang terletak di tengah-tengah dan berada di bagian utara provinsi Kalimantan Barat dengan luas daerah 12.857,70 km² dengan kepadatan 29 jiwa per km². Dilihat dari letak geografisnya kabupaten sanggau terletak di antara 1° 10" Lintang Utara dan 0° 35" Lintang Selatan serta di antara 109° 45", 111° 11" Bujur Timur. Daerah ini merupakan tempat kelahiran Gubernur Kalimantan Barat saat ini, Cornelis M.H.

Kecamatan di Kabupaten Sanggau - Kalimantan Barat :

► Balai, Sanggau‎ (1 H)
► Beduwai, Sanggau‎ (1 H)
► Bonti, Sanggau‎ (2 H)
► Entikong, Sanggau‎ (6 H)
► Jangkang, Sanggau‎ (12 H)
► Kapuas, Sanggau‎ (1 H)
► Kembayan, Sanggau‎ (1 H)
► Meliau, Sanggau‎ (3 H)
► Mukok, Sanggau‎ (1 H)
► Noyan, Sanggau‎ (1 H)
► Parindu, Sanggau‎ (1 H)
► Sekayam, Sanggau‎ (1 H)
► Tayan Hilir, Sanggau‎ (1 H)
► Tayan Hulu, Sanggau‎ (1 H)
► Toba, Sanggau‎ (1 H)

Kontrak 1756, Sultan Tamjidullah I dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Sanggau dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin. Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8. Suku Melayu adalah suku asli Kabupaten Sanggau yang dahulunya merupakan wilayah Kerajaan Sanggau. Kerajaan ini sudah berdiri sejak tahun 1380. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja dan bertempat tinggal di istana/keraton, dan kalangan kerajaan yang bertahta sekarang merupakan keluarga Gusti.
Selengkapnya

Kota Pontianak - Provinsi Kalimantan Barat

Pengumuman CPNS Kota Pontianak - Provinsi Kalimantan BaratKota Pontianak (坤甸 ; Pinyin: Kūndiàn) adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang dilalui garis khatulistiwa. Selain itu, Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia dan Sungai Landak. Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang membelah kota menjadi simbol di dalam logo Kota Pontianak. Kota ini memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi. Secara administratif, wilayah Kota Pontianak dibagi menjadi 6 kecamatan dan 29 kelurahan.

Pontianak Barat
Pontianak Kota
Pontianak Selatan
Pontianak Tenggara
Pontianak Timur
Pontianak Utara

Nama Pontianak yang berasal dari bahasa Melayu ini dipercaya ada kaitannya dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika dia menyusuri Sungai Kapuas. Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting.

Pemerintah Kota Praja Pontianak diubah dengan berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1957, Penetapan Presiden No.6 Tahun 1959 dan Penetapan Presiden No.5 Tahun 1960, Instruksi Menteri Dalam Negeri No.9 Tahun 1964 dan Undang-undang No. 18 Tahun 1965, maka berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kota Praja Pontianak No. 021/KPTS/DPRD-GR/65 tanggal 31 Desember 1965, nama Kota Praja Pontianak diganti menjadi Kotamadya Pontianak, kemudian dengan Undang-undang No.5 Tahun 1974, nama Kotamadya Pontianak berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak. Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah di Daerah mengubah sebutan untuk Pemerintah Tingkat II Pontianak menjadi sebutan Pemerintah Kota Pontianak, sebutan Kotamadya Potianak diubah kemudian menjadi Kota Pontianak.
Selengkapnya

Kota dan Kabupaten Mempawah - Kalbar

Pengumuman CPNS Kabupaten Mempawah - KalbarKabupaten Mempawah (sebelumnya bernama Kabupaten Pontianak) adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Mempawah. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.276,90 km² dan berpenduduk sebesar kurang lebih 234.021 jiwa.

Kecamatan Luas (Km²) Persentase Luas (%)

Siantan 160,30 12,55
Segedong 164,00 12,84
Sungai Pinyuh 121,12 9,49
Anjongan 80,58 6,31
Mempawah Hilir 191,62 15,01
Mempawah Timur 62,78 4,92
Sungai Kunyit 156,60 12,26
Toho 112,63 8,82
Sadaniang 227,27 17,80

Kota Mempawah adalah Ibu kota Kabupaten Mempawah yang memiliki julukan kota Bestari atau Bumi Galaherang dengan luas 264,40 km2. Kota ini terletak di jalur perdagangan antara Pontianak,Singkawang dan Sambas.kota ini terdiri dari 2 kecamatan yaitu Mempawah Hilir dan Mempawah Timur.kota ini bukan lah kota madya melainkan hanya kota kabupaten di provinsi Kalimantan Barat.kota ini di belah oleh sungai Mempawah yang membagi kota ini menjadi 2 bagian yaitu hilir dan timur.

Kerajaan Panembahan Mempawah adalah sebuah kerajaan Islam yang saat ini menjadi wilayah Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Penguasa kerajaan ini bergelar Panembahan (bukan Sultan). Dahulu kalanya Kerajaan Mempawah merupakan bawahan/cabang dari kerajaan Tanjungpura/Kesultanan Sukadana, namun pada masa kolonial Belanda, pemerintah Hindia Belanda menunjuk Kesultanan Pontianak sebagai wakil Belanda untuk memimpin semua raja-raja di Kalbar. Karena itu penguasa Mempawah dan 12 raja-raja daerah lainnya bergelar Panembahan dan hanya 2 raja yang bergelar Sultan (gelar ini lebih tinggi daripada gelar Panembahan) yaitu Sultan Pontianak dan Sultan Sambas.

Nama Mempawah diambil dari istilah Mempauh, yaitu nama pohon yang tumbuh di hulu sungai yang kemudian juga dikenal dengan nama Sungai Mempawah.Pada perkembangannya, Mempawah menjadi lekat sebagai nama salah satu kerajaan yang berkembang di Kalimantan Barat. Riwayat pemerintahan adat Mempawah sendiri terbagi atas dua periode, yakni pemerintahan kerajaan Suku Dayak yang berdasarkan ajaran Hindu dan masa pengaruh Islam
Selengkapnya

Nanga Pinoh - Kabupaten Melawi - Kalbar

Pengumuman CPNS Nanga Pinoh - Kabupaten Melawi - KalbarKabupaten Melawi adalah sebuah kabupaten di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Melawi memiliki tiga sungai membentang di wilayah tersebut di antaranya, yaitu Sungai Kayan, Sungai Melawi dan Sungai Pinoh. Dahulu dikenal sebagai daerah Melawei (alias Laway, Melahoei., Pinoe).

Kecamatan di Kabupaten Melawi - Kalbar :

Belimbing Hulu, Melawi
Belimbing, Melawi
Ella Hilir, Melawi
Menukung, Melawi
Nanga Pinoh, Melawi
Pinoh Selatan, Melawi
Pinoh Utara, Melawi
Sayan, Melawi
Sokan, Melawi
Tanah Pinoh Barat, Melawi
Tanah Pinoh, Melawi

Daerah aliran sungai Pinoh merupakan termasuk wilayah Kerajaan Kotawaringin. Kontrak 1756, Sultan Tamjidullah I dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Melawai (alias Melawi) dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin.[3] Tanggal 1 Januari 1817 Raja Banjar Sultan Sulaiman menyerahkan Sintang dan Melawi (disebut dengan nama Lawai) kepada Hindia Belanda. Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan Lawai (alias Melawi) kepada Hindia Belanda.

Gerakan Masyarakat Adat Kabupaten Melawi atau Gema Kami merupakan Organisasi yang berdiri pada tahun 2006. Wadah ini bertujuan untuk melakukan gerakan bersama-sama dengan masyarakat adat di Kabupaten Melawi dalam memperjuangkan hak-hak mereka atas sumber-sumber penghidupan. Dalam organisasi ini berkumpul perwakilan dari 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Melawi.
Selengkapnya

Ngabang - Kabupaten Landak - Kalbar

Pengumuman CPNS Ngabang - Kabupaten Landak - KalbarKabupaten Landak adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat yang terbentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Mempawah tahun 1999. Ibu kota kabupaten ini terletak di Ngabang. Memiliki luas wilayah 9.909,10 km² dan berpenduduk sebesar 282.026 jiwa. Landak terbagi menjadi 10 kecamatan dengan 174 desa dan 6 desa diantaranya termasuk desa tertinggal.

Kabupaten Landak secara geografis posisinya terdapat di bagian tengah Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah 9.909,10 km2 atau 6,75% dari luas keseluruhan provinsi Kalimantan Barat yang terbagi atas 13 kecamatan, yaitu:

Kecamatan Ngabang
Kecamatan Sengah Temila
Kecamatan Menyuke
Kecamatan Menjalin
Kecamatan Mandor
Kecamatan Mempawah Hulu
Kecamatan Meranti
Kecamatan Kuala Behe
Kecamatan Air Besar
Kecamatan Sebangki
Kecamatan Banyuke Hulu
Kecamatan Jelimpo
Kecamatan Sompak

Kabupaten Landak adalah salah satu kabupaten yang boleh dikatakan maju dari segi pembangunan, pendidikan dan perekonomian serta keamanan. Nama Landak disebutkan dengan Landa salah satu kerajaan Hindu di pulau Tanjung Negara (Kalimantan) dalam kakawin Negarakretagama. Namun ada yang berpendapat nama Landak berasal dari Bahasa Belanda yang terbagi menjadi dua suku kata Lan dan Dak, LAN artinya Pulau dan DAK artinya Dayak, oleh sebab itu mayoritas penduduk aslinya adalah Suku Dayak. Mengapa dikatakan demikan bukti konkritnya adalah masih adanya peninggalan rumah Panjang/Betang di Kabupaten Landak sampai saat ini, tepatnya terletak di Desa Saham/Sahapm, Kecamatan Sengah Temila.

Berdasarkan catatan sejarah bahwa kata "Dayak" ditulis oleh para penulis Belanda zaman itu dalam bentuk "Dyak" atau "Dyaker". Sementara kata "Land" berarti "tanah". "Land-Dyak" sebenarnya bermakna "Tanah Dayak" yang kemudian diubah menjadi "Landak". Kabupaten Landak ini sama sekali tidak berhubungan dengan binatang bernama landak atau lanak (bahasa Dayak Kanayatn). Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8
Selengkapnya

Sungai Raya - Kabupaten Kubu Raya

Pengumuman CPNS Sungai Raya - Kabupaten Kubu RayaKabupaten Kubu Raya adalah kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Mempawah. Penembahan KUBU, dimulai dari kedatangan 45 orang dari kampung AR RIDHA TRIM HADRALMAUT (sekitar tahun 1720 M atau 17 Ramadhan 1144 H ), yang di antaranya: 1. SYARIF IDRUS, keturunannya telah berkembang menyebar ke daerah Kubu. 2. SYARIF AKHMAD. 3. SYARIF ABDURRAKHMAN AS SAGAF. 4. SYARIF HUSEIN JAMALLEL yang kemudian di Indonesia menamai dirinya dengan HABIB HUSEIN AL QADRIE, menurunkan sultan-sultan Kerajaan Pontianak.

Dari sisi administrasi Kabupaten Kubu Raya terdiri atas 9 kecamatan, 101 desa, dan 370 dusun dengan luas keseluruhan 6.985,20 km², yaitu:

Kecamatan Batu Ampar, terdiri dari 14 desa, 50 dusun dan luas wilayah 2.002,00 km²
Kecamatan Terentang, terdiri dari 9 desa, 24 dusun dan luas wilayah 786,40 km².
Kecamatan Kubu, terdiri dari 18 desa, 65 dusun dan luas wilayah 1.211,60 km².
Kecamatan Teluk Pakedai, terdiri dari 14 desa, 46 dusun dan luas wilayah 291,90 km².
Kecamatan Sungai Kakap, terdiri dari 12 desa, 48 dusun dan luas wilayah 453,13 km².
Kecamatan Rasau Jaya, terdiri dari 5 desa, 21 dusun dan luas wilayah 11,07 km².
Kecamatan Sungai Raya, terdiri dari 12 desa, 47 dusun dan luas wilayah 929,30 km²
Kecamatan Sungai Ambawang, terdiri dari 12 desa, 48 dusun dan luas wilayah 726,10 km².
Kecamatan Kuala Mandor-B, terdiri dari 5 desa, 21 dusun dan luas wilayah 473,00 km².

Sudah lima tahun usia Kabupaten Kubu Raya yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 dan secara definitif sudah tiga tahun lebih Bupati H. Muda Mahendrawan, SH bersama dengan Wakil Bupati DR. Drs. Andreas Muhrotien, M.Si memimpin penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Kubu Raya sejak dilantik oleh Gubernur Kalimantan Barat pada tanggal 17 Februari 2009 lalu di Kantor Bupati Kubu Raya. Dalam kurun waktu tersebut, sudah banyak prestasi yang dicapai
Selengkapnya

Kota dan Kabupaten Ketapang - Kalbar

Pengumuman CPNS Kota dan Kabupaten Ketapang - KalbarKetapang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat. Kota ini dimekarkan dari Kabupaten Ketapang. Kota ini teletak di 1°51′S 109°59′E, di delta Sungai Pawan, di pulau Kalimantan. Pendapatan utama Kota Ketapang berasal dari bisnis kayu, pertambangan, perkebunan kelapa sawit, sarang burung walet, dan jasa perdagangan. Jumlah penduduk Kota Ketapang Berdasarkan Data Agregat Kependudukan (DAK) Kota Ketapang, berjumlah 525.954. Dari 3 kecamatan, Delta Pawan menjadi kecamatan terpadat penduduknya. Kecamatan : Ketapang Kota • Ketapang Barat • Ketapang Timur

Kota Ketapang adalah kota yang multi suku dan etnis. Suku Dayak dan Melayu serta Tionghua yang merupakan tiga suku terbesar di kota ini. Selain itu juga ada suku Jawa dan Madura. Orang Tionghua di kota ini menggunakan dialek Tiochiu (dalam ejaan Mandarin: Chaozhou) sebagai bahasa pengantar sesama Tionghua. Juga terdapat sebagian kecil orang Tionghua yang menggunakan bahasa Khek (Hakka).

Pengumuman CPNS Kabupaten Ketapang - KalbarKabupaten Ketapang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Ketapang, sebuah kota yang terletak di tepi Sungai Pawan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.240,74 km² dan berpenduduk sebesar 427.460 Jiwa (2010).

Daerah Kabupaten Ketapang mempunyai luas wilayah 35.809 km² (± 3.580.900 ha) yang terdiri dari 33.209 km² wilayah daratan dan 2.600 km² wilayah perairan serta memiliki 20 kecamatan, yaitu:

Benua Kayong
Air Upas
Delta Pawan
Hulu Sungai
Jelai Hulu
Kendawangan
Manis Mata
Marau
Matan Hilir Selatan
Matan Hilir Utara
Muara Pawan
Nanga Tayap
Pemaham
Sandai
Simpang Dua
Simpang Hulu
Singkup
Sungai Melayu Raya
Sungai Laur
Tumbang Titi

Kabupaten Ketapang merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat, terletak di antara garis 0º 19’00” - 3º 05’ 00” Lintang Selatan dan 108º 42’ 00” - 111º 16’ 00” Bujur Timur.

Dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang merupakan kabupaten terluas, memiliki pantai yang memanjang dari selatan ke utara dan sebagian pantai yang merupakan muara sungai, berupa rawa-rawa terbentang mulai dari Kecamatan Teluk Batang, Simpang Hilir, Sukadana, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Kendawangan dan Pulau Maya Karimata, sedangkan daerah hulu umumnya berupa daratan yang berbukit-bukit dan diantaranya masih merupakan hutan.

Sungai terpanjang di Kabupaten Ketapang adalah Sungai Pawan yang menghubungkan Kota Ketapang dengan Kecamatan Sandai, Nanga Tayap dan Sungai Laur serta merupakan urat nadi penghubung kegiatan ekonomi masyarakat dari desa dengan kecamatan dan kabupaten.
Selengkapnya

Sukadana - Kabupaten Kayong Utara

Pengumuman CPNS Sukadana - Kabupaten Kayong UtaraKabupaten Kayong Utara adalah sebuah kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Sukadana. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2007 pada tanggal 2 Januari 2007. Kabupaten Kayong Utara adalah 1 dari 16 usulan pemekaran kabupaten/kota yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 8 Desember 2006.

Kecamatan
Pulau Maya Karimata • Seponti • Simpang Hilir • Sukadana • Teluk Batang

Provinsi Kalimantan Barat Daya atau Tanjungpura, beribukota di Kota Ketapang. Saat ini baru berdiri terdiri dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Daerah ini dahulu adalah wilayah Kerajaan Tanjungpura atau Bakulapura. Untuk memenuhi persyaratan menjadi Provinsi dengan 5 Kabupaten/Kota, maka daerah ini dapat dimekarkan menjadi beberapa Kabupaten/Kota, yaitu :

Kabupaten Hulu Aik
Kabupaten Jelai Kendawangan Raya
Kabupaten Ketapang
Kabupaten Kayong Utara
Kota Ketapang

Luas Wilayah ini adalah 35.825 Km2. Dengan penduduk sebesar 623,054 Jiwa.

Biasanya pada bulan Desember - Januari merupakan saat yang tepat untuk melakukan wisata mengunjungi kota tertua di Kalimantan Barat ini karena pada bulan-bulan ini penduduk setempat sedang melakukan panen durian. Biasanya tiap panen besar atau disebut buah raya penduduk banyak membuat dodol durian yang di daerah setempat disebut lempok, lempok-lempok produksi Kabupaten Kayong Utara ini sudah sering dipamerkan pada acara-acara jajanan daerah, bahkan sudah menembus pasar dunia. Durian asli dari daerah ini juga sering dijual keluar kabupaten dan biasanya tujuan utamanya ke daerah Kabupaten Ketapang. Selain memiliki rasa yang khas durian dari Sukadana ini juga memiliki keanekaragaman varitasnya (variant), sehingga cocok untuk para ilmuwan yang akan meneliti buah durian di kawasan ini.
Selengkapnya

Putussibau - Kabupaten Kapuas Hulu

Pengumuman CPNS Putussibau - Kabupaten Kapuas HuluKabupaten Kapuas Hulu adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Putussibau yang dapat ditempuh lewat transportasi sungai Kapuas sejauh 846 km, lewat jalan darat sejauh 814 km dan lewat udara ditempuh dengan pesawat berbadan kecil dari Pontianak melalui Bandar Udara Pangsuma. Memiliki luas wilayah 29.842 km² dan berpenduduk 222.160 Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010.

Kabupaten Kapuas Hulu Memiliki luas wilayah 29.842 km2 yang terbagi menjadi 23 kecamatan, yaitu:

Badau
Batang Lupar
Pengkadan
Boyan Tanjung
Bunut Hilir
Bunut Hulu
Embaloh Hilir
Embaloh Hulu
Jongkong
Empanang
Hulu Gurung
Kalis
Putussibau Selatan
Bika
Mentebah
Puring Kencana
Putussibau Utara
Seberuang
Selimbau
Semitau
Silat Hilir
Silat Hulu
Suhaid

Hasil hutan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan Putussibau dan Semitau jadi andalan utama roda perekonomian Kapuas Hulu. Hasilnya berupa kayu bulat yang terbagi dalam tiga kelompok, meranti, rimba campuran dan kayu indah. Di sektor perikanan, Kapuas Hulu tergolong habitat puluhan jenis ikan hias, seperti arwana (arowana) dan ulanguli. Habitat ikan ini hanya ada di dalam Danau Sentarum. Di kawasan lain seperti kawasan hulu sungai Kapuas, Embaloh, Mendalam dan Sibau dengan hasil seperti ikan jelawat, semah, toman, tengadak, belida, lais, entokan dan baung.
Selengkapnya

Kabupaten Bengkayang - Kalimantan Barat

Pengumuman CPNS Kabupaten Bengkayang - Kalimantan BaratKabupaten Bengkayang atau La La (Hanzi: 孟加影 hanyu pinyin: Meng Jia Ying) adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kantor Bupati terletak di Jalan Guna Baru Trans Rangkang, Bengkayang, 79282. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Sambas yang karena adanya Undang-undang Otonomi Daerah dimekarkan menjadi 3 daerah otonom yang terpisah, yaitu Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang. Terletak di bagian utara Kalimantan Barat, Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Berdasarkan:

Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 6 Tahun 2004, tentang Perubahan Desa menjadi Kelurahan di Kabupaten Bengkayang,
Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 7 Tahun 2006, tentang Pemekaran Kecamatan Sungai Raya dimekarkan menjadi Kecamatan Sungai Raya Kepulauan,
Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 8 Tahun 2006, tentang Pemekaran Kecamatan Sanggau Ledo menjadi Kecamatan Tujuh Belas, dan
Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 12 Tahun 2006, pemekaran Kecamatan Samalantan menjadi Kecamatan Lembah Bawang di Kabupaten Bengkayang,

Sesuai dengan ketentuan tersebut di atas terdapat 2 (dua) kelurahan dan 17 (tujuh belas) kecamatan, yakni:

Bengkayang, meliputi Kelurahan Bumi Emas dan Kelurahan Sebalo
Capkala
Jagoi Babang
Ledo
Lembah Bawang
Lumar
Monterado
Samalantan
Sanggau Ledo
Seluas
Siding
Sungai Betung
Sungai Raya
Sungai Raya Kepulauan
Suti Semarang
Teriak
Tujuh Belas

Bengkayang memiliki tanah yang subur dengan kontur yang beragam, sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian daerah ini. Apalagi dengan relief yang beragam, dari pegunungan hingga daerah pesisir pantai, menjadikan Bengkayang kaya akan keanekaragaman sumber daya alam. Pembangunan di wilayah ini masih tertinggal, namun dengan adanya semangat otonomi daerah diharapkan dapat memacu pembangunan Bengkayang menjadi lebih maju di segala bidang. Salah satu hasilnya adalah berhasilnya pembangunan gedung Kantor Bupati satu atap, dimana dalam satu gedung tersebut terpusat seluruh badan dan dinas yang ada di lingkungan pemerintahan daerah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap publik. Selain itu proyek pengadaan air bersih juga telah selesai direvitalisasi.

Selengkapnya