Provinsi Jateng - Jawa Tengah

Hasil Quick Count Pilpres 2019 Provinsi Jateng - Jawa TengahJawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 34.548 km², atau sekitar 28,94% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.

Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai "jantung" budaya Jawa. Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini. Sejak tahun 2008, provinsi Jawa Tengah memiliki hubungan kembar dengan provinsi Fujian di China.

Daftar kabupaten dan kota

No. Kabupaten/Kota Ibu kota Kecamatan dan kelurahan Bupati/Wali Kota Luas (km2) Jumlah penduduk Kepadatan (per km2)

1 Kabupaten Banjarnegara Banjarnegara Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Sutedjo Slamet Utomo 1.096,74 985.000 898,12
2 Kabupaten Banyumas Purwokerto Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Ir. H. Achmad Husen 1.329,02 1.752.846 1.318,9
3 Kabupaten Batang Batang Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Yoyok Riyo Sudibyo 788,00 745.033 945,47
4 Kabupaten Blora Blora Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Djoko Nugroho 1.820,59 844.490 463,86
5 Kabupaten Boyolali Boyolali Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Seno Samodro 1.015,10 949.583 935,46
6 Kabupaten Brebes Kota Brebes Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Hj. Idza Priyanti, S.E. 1.657,73 1.742.511 1.051,14
7 Kabupaten Cilacap Cilacap Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Tatto Suwarto Pamuji 2.142,59
8 Kabupaten Demak Demak Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Drs Dachirin Said SH MSi 1.149,77 1.036.520 901,5
9 Kabupaten Grobogan Purwodadi Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Bambang Pudjiono 1.975,865 1.413.328 715,3
10 Kabupaten Jepara Jepara Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Ahmad Marzuki 1.004,16 1.100.000 1.095,44
11 Kabupaten Karanganyar Karanganyar Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Drs.Yuliatmono 800,20 750.000 937,27
12 Kabupaten Kebumen Kebumen Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Buyar Winarso 1.281,115 1.241.437 969
13 Kabupaten Kendal Kendal Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Widya Kandi Susanti 1.002,23 899.211 897,21
14 Kabupaten Klaten Kota Klaten Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Sunarna 655,56 1.165.789 1.778,31
15 Kabupaten Kudus Kudus Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati H. Musthofa 425,17 764.606 1.798,35
16 Kabupaten Magelang Kota Mungkid Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Singgih Sanyoto 1.085,73 1.204.974 1.109,83
17 Kabupaten Pati Pati Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Haryanto 1.419,07 1.189.000 837,87
18 Kabupaten Pekalongan Kajen Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Amat Antono 836,13 891.442 1.066,15
19 Kabupaten Pemalang Pemalang Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati H. Junaedi 996,09 1.320.000 1.325,18
20 Kabupaten Purbalingga Purbalingga Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Sukento Ridho Marhaendrianto 7.777,64 890.779 114,53
21 Kabupaten Purworejo Purworejo Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Mahsun Zain 1.034 709.000 685,69
22 Kabupaten Rembang Rembang Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Moch. Salim
23 Kabupaten Semarang Ungaran Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati H. Mundjirin
24 Kabupaten Sragen Sragen Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Agus Fatchur Rahman
25 Kabupaten Sukoharjo Sukoharjo Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Wardoyo Wijaya
26 Kabupaten Tegal Slawi Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Ki Enthus Susmono
27 Kabupaten Temanggung Temanggung Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Hasyim Afandi
28 Kabupaten Wonogiri Wonogiri Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Danar Rahmanto
29 Kabupaten Wonosobo Wonosobo Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar bupati Kholiq Arif
30 Kota Magelang - Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar wali kota Sigit Widyonindito
31 Kota Pekalongan - Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar wali kota Muhammad Basyir Achmad
32 Kota Salatiga - Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar wali kota Yuliyanto
33 Kota Semarang - Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar wali kota Hendrar Prihadi, SE, MM
34 Kota Surakarta - Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar wali kota F.X. Hadi Rudyatmo
35 Kota Tegal - Daftar kecamatan dan kelurahan Daftar wali kota H. Siti Marsitha Soeparno


Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang, Pati, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.

Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu.

Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.
Selengkapnya

Hasil Quick Count Pilgub Jateng - Jawa Tengah

Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilkada Provinsi Jawa Tengah 2018 mudik lebaranPilgub Jateng 2018 - Pemilihan umum Gubernur Jawa Tengah 2018 (selanjutnya disebut Pilgub Jateng 2018) akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023. Ini merupakan pemilihan kepada daerah ketiga bagi Jawa Tengah yang dilakukan secara langsung menggunakan sistem pencoblosan. Jadwal pemilihan periode ini mengikuti jadwal pilkada serentak gelombang ketiga pada Juni 2018.

Berdasarkan peraturan, hanya partai politik yang memiliki 20 kursi atau lebih di DPRD Jawa Tengah yang dapat mengajukan kandidat. Partai politik yang memiliki kursi kurang dapat mengajukan calon hanya jika mereka telah memperoleh dukungan dari partai politik lainnya.

Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilkada Provinsi Jawa Tengah 2018 :

1 Ganjar Pranowo - Taj Yasin Maimoen 59.36 persen suara (diusung: PDIP, Demokrat, PPP, Nasdem).
2 Sudirman Said - Ida Fauziyah 40.64 persen suara (diusung: PKB, Gerindra, PKS, PAN).

#Update Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilkada Provinsi Jawa Tengah 2018 versi Saiful Mujani hingga pukul 15.18 wib data masuk 89% suara.

Dari dua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah menjadi calon terkaya di Pilgub Jateng 2018. Hal itu terungkap dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo membacakan LHKPN masing-masing calon dalam deklarasi LHKPN di Hotel Quest Semarang. Joko memulai dari pasangan nomor urut 1 yaitu Cagub Ganjar Pranowo yang memiliki harta Rp 6,7 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari laporan tahun 2014 sebesar Rp 3,7 miliar.

Sedangkan wakil Ganjar yaitu Taj Yasin melaporkan harta Rp 3.061.935.581. Jumlah tersebut didapat setelah dikurangi hutang Rp 838.021.016. Paslon nomor urut 2 yaitu Cagub Sudirman Said memiliki harta sebesar Rp 4.672.784.760. Jumlah itu meningkat sejak laporan 6 Oktober 2016 yang angkanya mencapai Rp 3,8 miliar. Cawagub Sudirman, Ida Fauziyah menjadi calon terkaya dengan harta Rp 19,8 miliar. Jumlah itu meningkat lebih dari 3 kali lipat dari terakhir melapor pada Oktober 2014 yang saat itu hartanya Rp 5.061.599.605.
Selengkapnya

Kota Semarang - Provinsi Jawa Tengah

Pengumuman CPNS Kota Semarang - Provinsi Jawa TengahKota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.[2] Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa. Bahkan, Area Metropolitan Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Purwodadi Kabupaten Grobogan) dengan penduduk sekitar 6 juta jiwa, merupakan Wilayah Metropolis terpadat keempat, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo (Surabaya), dan Bandung Raya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet. Kota Semarang dipimpin oleh wali kota Hendrar Prihadi, S.E, M.M. Kota ini terletak sekitar 558 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 621 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara).[3] Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.Luas Kota 373.67 km2.

Kota Semarang terdiri atas 16 kecamatan dan 177 kelurahan

Kecamatan Kelurahan

Banyumanik Pudakpayung, Gedawang, Jabungan, Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Sumurboto, Banyumanik, Semarang, Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang, Tinjomoyo, Ngesrep
Candisari Candi, Jatingaleh, Jomblang, Kaliwiru, Karanganyargunung, Tegalsari, Wonotingal
Gajahmungkur Bendanduwur, Bendanngisor, Bendungan, Gajahmungkur, Karangrejo, Lempongsari, Petompon, Sampangan
Gayamsari Gayamsari, Kaligawe, Pandean Lamper, Sambirejo, Sawahbesar, Siwalan, Tambakrejo,
Genuk Bangetayu Kulon, Bangetayu Wetan, Banjardowo, Gebangsari, Genuksari, Karangroto, Kudu, Muktiharjo Lor, Penggaron Lor, Sembungharjo, Terboyo Kulon, Terboyo Wetan, Trimulyo
Gunungpati Cepoko, Gunungpati, Jatirejo, Kalisegoro, Kandri, Mangunsari, Ngijo, Nongkosawit, Pakintelan, Patemon, Plalangan, Pongangan, Sadeng, Sekaran, Sukorejo, Sumurejo
Mijen Bubakan, Cangkiran, Jatibaran, Jatisari, Karangmalang, Kedungpani, Mijen, Ngadirgo, Pesantren, Polaman, Purwosari, Tambangan, Wonolopo, Wonoplumbon,
Ngaliyan Bambankerep, Beringin, Gondoriyo, Kalipancur, Ngaliyan, Podorejo, Purwoyoso, Tambak Aji, Wonosari
Pedurungan Gemah, Kalicari, Muktiharjo Kidul, Palebon, Pedurungan Kidul, Pedurungan Lor, Pedurungan Tengah, Penggaron Kidul, Plamongan Sari, Tlogomulyo, Tlogosari Kulon, Tlogosari Wetan,
Semarang Barat Bojongsalaman, Bongsari, Cabean, Gisikdrono, Kalibanteng Kidul, Kalibanteng Kulon, Karangayu, Kembangarum, Krapyak, Krobokan, Manyaran, Ngemplaksimongan, Salamanmloyo, Tambakharjo, Tawangmas, Tawangsari
Semarang Selatan Barusari, Bulustalan, Lamper Kidul, Lamper Lor, Lamper Tengah, Mugassari, Peterongan, Pleburan, Randusari, Wonodri
Semarang Tengah Bangunharjo, Brumbungan, Gabahan, Jagalan, Karangkidul, Kauman, Kembangsari, Kranggan, Miroto, Pandansari, Pekunden, Pendrikan Kidul, Pendrikan Lor, Purwodinatan, Sekayu
Semarang Timur Bugangan, Karangtempel, Karangturi, Kebonagung, Kemijen, Mlatibaru, Mlatiharjo, Rejomulyo, Rejosari, Sarirejo, Bandarharjo
Semarang Utara Bulu Lor, Dadapsari, Kuningan, Panggung Kidul, Panggung Lor, Plombokan, Purwosari, Tanjungmas
Tembalang Bulusan, Jangli, Kedungmundu, Kramas, Mangunharjo, Meteseh, Rowosari, Sambiroto, Sendangguwo, Sendangmulyo, Tandang, Tembalang
Tugu Jerakan, Karanganyar, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, Mangunharjo, Randu Garut, Tugurejo

Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati,Tembalang dan Banyumanik. Pusat pertumbuhan di Semarang sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk muncul menjadi kota kecil baru, seperti di Semarang bagian atas tumbuhnya daerah Banyumanik sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk Kota Semarang bagian atas menjadikan daerah ini cukup padat.

Fasilitas umum dan sosial yang mendukung aktivitas penduduk dalam bekerja maupun sebagai tempat tinggal juga telah terpenuhi. Banyumanik menjadi pusat pertumbuhan baru di Semarang bagian atas, dikarenakan munculnya aglomerasi perumahan di daerah ini. Dahulunya Banyumanik hanya merupakan daerah sepi tempat tinggal penduduk Semarang yang bekerja di Semarang bawah (hanya sebagai dormitory town). Namun saat ini daerah ini menjadi pusat aktivitas dan pertumbuhan baru di Kota Semarang, dengan dukungan infrastruktur jalan dan aksessibilitas yang terjangkau. Fasilitas perdagangan dan perumahan baru banyak bermunculan di daerah ini, seperti Carefour, Mall Banyumanik, Ada Swalayan, Perumahan Banyumanik, Perumahan Pucang Gading, dan fasilitas pendidikan baik negeri maupun swasta, seperti Undip, Polines, Unika, dll, dengan dukungan akses jalan tol dan terminal moda yang memperlancar transportasi. Cepatnya pertumbuhan di daerah ini dikarenakan kondisi lahan di Semarang bawah sering terkena bencana rob banjir.
Selengkapnya

Kota Surakarta - Provinsi Jawa Tengah

Pengumuman CPNS Kota Surakarta - Provinsi Jawa TengahKota Surakarta, juga disebut Solo atau Sala, adalah wilayah otonom dengan status kota di bawah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan 13.636/km2. Kota dengan luas 44 km2, ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Bersama dengan Yogyakarta, Surakarta merupakan pewaris Kesultanan Mataram yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti, pada tahun 1755.

Kota Surakarta dan kabupaten-kabupaten di sekelilingnya, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, secara kolektif masih sering disebut sebagai eks-Karesidenan Surakarta. Surakarta dibagi menjadi 5 kecamatan yang masing-masing dipimpin oleh seorang camat dan 51 kelurahan yang masing-masing dipimpin oleh seorang lurah. Kelima kecamatan di Surakarta adalah:

Kecamatan Pasar Kliwon (57110): 9 kelurahan
Kecamatan Jebres (57120): 11 kelurahan
Kecamatan Banjarsari (57130): 13 kelurahan
Kecamatan Lawiyan (disebut juga Laweyan, 57140): 11 kelurahan
Kecamatan Serengan (57150): 7 kelurahan

Setelah Karesidenan Surakarta dihapuskan pada tanggal 4 Juli 1950, Surakarta menjadi kota di bawah administrasi Provinsi Jawa Tengah. Semenjak berlakunya UU Pemerintahan Daerah yang memberikan banyak hak otonomi bagi pemerintahan daerah, Surakarta menjadi daerah berstatus kota otonom. "Sala" adalah satu dari tiga dusun yang dipilih oleh Sunan Pakubuwana II atas saran dari Tumenggung Hanggawangsa, Tumenggung Mangkuyudha, serta komandan pasukan Belanda, J.A.B. van Hohendorff, ketika akan mendirikan istana baru, setelah perang suksesi Mataram terjadi di Kartasura. Pada masa sekarang, nama Surakarta digunakan dalam situasi formal-pemerintahan, sedangkan nama Sala/Solo lebih merujuk kepada penyebutan umum yang dilatarbelakangi oleh aspek kultural.

Kata sura dalam Bahasa Jawa berarti "keberanian" dan karta berarti "makmur", sebagai sebuah harapan kepada Yang Maha Kuasa. Dapat pula dikatakan bahwa nama Surakarta merupakan permainan kata dari Kartasura. Kata sala, nama yang dipakai untuk desa tempat istana baru dibangun, adalah nama pohon suci asal India, yaitu pohon sala (Couroupita guianensis atau Shorea robusta). Ketika Indonesia masih menganut Ejaan van Ophuysen, nama kota ini ditulis Soerakarta. Dalam aksara Jawa modern. Nama "Surakarta" diberikan sebagai nama "wisuda" bagi pusat pemerintahan baru Mataram. Namun, sejumlah catatan lama menyebut, bentuk antara "Salakarta".
Selengkapnya