Provinsi Jatim - Jawa Timur

Hasil Quick Count Pilpres 2019 Provinsi Jatim - Jawa TimurJawa Timur adalah sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Surabaya. Luas wilayahnya 47.922 km², dan jumlah penduduknya 37.476.757 jiwa (2010). Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Jawa Timur berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Provinsi Jawa Tengah di barat. Wilayah Jawa Timur juga meliputi Pulau Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean serta sejumlah pulau-pulau kecil di Laut Jawa dan Samudera Hindia (Pulau Sempu dan Nusa Barung). Jawa Timur dikenal sebagai pusat Kawasan Timur Indonesia, dan memiliki signifikansi perekonomian yang cukup tinggi, yakni berkontribusi 14,85% terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

Jawa Timur telah dihuni manusia sejak zaman prasejarah. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya sisa-sisa dari fosil Pithecantrhropus mojokertensis di Kepuhlagen-Mojokerto, Pithecanthropus erectus di Trinil-Ngawi, dan Homo wajakensis di Wajak-Tulungagung. Prasasti Dinoyo yang ditemukan di dekat Kota Malang adalah sumber tertulis tertua di Jawa Timur, yakni bertahun 760. Pada tahun 929, Mpu Sindok memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, serta mendirikan Wangsa Isyana yang kelak berkembang menjadi Kerajaan Medang, dan sebagai suksesornya adalah Kerajaan Kahuripan, Kerajaan Janggala, dan Kerajaan Kadiri. Pada masa Kerajaan Singhasari, Raja Kertanagara melakukan ekspansi hingga ke Melayu. Pada era Kerajaan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk, wilayahnya hingga mencapai Malaka dan Kepulauan Filipina.

Bukti awal masuknya Islam ke Jawa Timur adalah adanya makam nisan di Gresik bertahun 1102, serta sejumlah makam Islam pada kompleks makam Majapahit. Tetapi setelah penemuan munculnya candi Jedong di Daerah Wagir , Malang , Jawa Timur yang diyakini lebih tua dari Prasasti Dinoyo , yakni sekitar abad 6 Masehi. Bangsa Portugis adalah bangsa barat yang pertama kali datang di Jawa Timur. Kapal Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman mendarat di Pulau Madura pada tahun 1596. Surabaya jatuh ke tangan VOC pada tanggal 13 Mei 1677. Ketika pemerintahan Stamford Raffles, Jawa Timur untuk pertama kalinya dibagi atas karesidenan, yang berlaku hingga tahun 1964.

No. Kabupaten/Kota Ibu kota Bupati/Wali Kota

1 Kabupaten Bangkalan Bangkalan Makmun Ibnu Fuad
2 Kabupaten Banyuwangi Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
3 Kabupaten Blitar Kanigoro Herry Noegroho
4 Kabupaten Bojonegoro Bojonegoro Suyoto
5 Kabupaten Bondowoso Bondowoso Amin Said Husni
6 Kabupaten Gresik Gresik Sambari Halim Radianto
7 Kabupaten Jember Jember MZA Djalal
8 Kabupaten Jombang Jombang Nyono Suharli Wihandoko
9 Kabupaten Kediri Kediri Haryanti Sutrisno
10 Kabupaten Lamongan Lamongan Fadeli
11 Kabupaten Lumajang Lumajang Sjahrazad Masdar
12 Kabupaten Madiun Caruban Muhtarom
13 Kabupaten Magetan Magetan Sumantri
14 Kabupaten Malang Kepanjen Rendra Kresna
15 Kabupaten Mojokerto Mojokerto Mustofa Kamal Pasa
16 Kabupaten Nganjuk Nganjuk Taufiqurrahman
17 Kabupaten Ngawi Ngawi Budi Sulistyono
18 Kabupaten Pacitan Pacitan Indartato
19 Kabupaten Pamekasan Pamekasan Achmad Syafii
20 Kabupaten Pasuruan Pasuruan Irsyad Yusuf
21 Kabupaten Ponorogo Ponorogo Amin
22 Kabupaten Probolinggo Kraksaan Puput Tantriana Sari
23 Kabupaten Sampang Sampang Fannan Hasib
24 Kabupaten Sidoarjo Sidoarjo Saiful Ilah
25 Kabupaten Situbondo Situbondo Dadang Wigiarto
26 Kabupaten Sumenep Sumenep Abuya Busyro Karim
27 Kabupaten Trenggalek Trenggalek Mulyadi WR
28 Kabupaten Tuban Tuban Fathul Huda
29 Kabupaten Tulungagung Tulungagung Syahri Mulyo
30 Kota Batu - Eddy Rumpoko
31 Kota Blitar - Samanhudi Anwar
32 Kota Kediri - Abdullah Abu Bakar
33 Kota Madiun - Bambang Irianto
34 Kota Malang - Muhammad Anton
35 Kota Mojokerto - Mas'ud Yunus
36 Kota Pasuruan - Hasani
37 Kota Probolinggo - Rukmini Buchori
38 Kota Surabaya - Tri Rismaharini

Provinsi Jawa Timur berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Bali di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Provinsi Jawa Tengah di barat. Panjang bentangan barat-timur sekitar 400 km. Lebar bentangan utara-selatan di bagian barat sekitar 200 km, namun di bagian timur lebih sempit hingga sekitar 60 km. Madura adalah pulau terbesar di Jawa Timur, dipisahkan dengan daratan Jawa oleh Selat Madura. Pulau Bawean berada sekitar 150 km sebelah utara Jawa. Di sebelah timur Madura terdapat gugusan pulau-pulau, yang paling timur adalah Kepulauan Kangean dan yang paling utara adalah Kepulauan Masalembu. Di bagian selatan terdapat dua pulau kecil yakni Nusa Barung dan Pulau Sempu.
Selengkapnya

Hasil Quick Count Pilgub Jatim 2018 Jawa Timur

Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilkada Pilgub Jatim - Provinsi Jawa Timur 2018Pilgub Jatim 2018 Provinsi Jawa Timur - Pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2018 (selanjutnya disebut Pilgub Jawa Timur 2018) akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019–2024. Ini merupakan pemilihan kepada daerah ketiga bagi Jawa Timur yang dilakukan secara langsung menggunakan sistem pencoblosan. Jadwal pemilihan periode ini mengikuti jadwal pilkada serentak gelombang ketiga pada Juni 2018.

KPU setempat belum mengeluarkan jadwal defenitif tahapan pemilu. Berdasarkan peraturan, hanya partai politik yang memiliki 20 kursi atau lebih di DPRD Jawa Timur yang dapat mengajukan kandidat. Partai politik yang memiliki kursi kurang dapat mengajukan calon hanya jika mereka telah memperoleh dukungan dari partai politik lainnya. Saat ini, hanya Partai Kebangkitan Bangsa yang dapat mencalonkan sendiri tanpa koalisi.

Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilkada Pilgub Jatim - Provinsi Jawa Timur 2018 :

1. Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto 52.24 persen suara (PPP, Golkar, Hanura, PAN, Nasdem, Demokrat)
2. Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno 47.76 persen suara (diusung oleh PKS, Gerindra, PDIP, PKB)

#Update Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilkada Pilgub Jatim - Provinsi Jawa Timur 2018 versi Saiful Mujani hingga pukul 15.22 WIB data masuk 82% suara masuk

Dra. Khofifah Indar Parawansa (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965; umur 53 tahun) adalah Menteri Sosial Indonesia ke-27 sejak 27 Oktober 2014.ia juga adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan ke - 5 pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1990 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. Setelah menjadi menteri ia mengikuti Pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2013 dengan nomor urut empat bersama Herman Surjadi Sumawiredja mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur dan didukung oleh PKB, PKPB, PKPI, Partai Kedaulatan, PMB, dan PNUI namun mereka kalah dengan pasangan nomor urut satu Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Drs. H. Saifullah Yusuf (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 28 Agustus 1964; umur 53 tahun) adalah Wakil Gubernur Jawa Timur sejak tahun 2009. Ia akrab dipanggil Gus Ipul. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Nasional, Jakarta pada tahun 1985. Setelah memenangi Pilgub Jatim 2013, Gus Ipul yang kembali mendampingi Soekarwo sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur dilantik kembali pada 12 Februari 2014 di Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Pelantikan keduanya dihadiri oleh seluruh bupati/wali kota se-Jawa Timur, menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, gubernur-gubernur, dan tokoh masyarakat Jawa Timur.
Selengkapnya

Kota Surabaya - Provinsi Jawa Timur

Pengumuman CPNS Kota Surabaya - Provinsi Jawa TimurKota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Jawa Timur serta wilayah Indonesia bagian timur. Kota ini terletak 796 km sebelah timur Jakarta, atau 415 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di tepi pantai utara pulau Jawa dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Surabaya memiliki luas sekitar 333,063 km² dengan penduduknya berjumlah 2.909.257 jiwa (2015). Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dilayani oleh Bandar Udara Internasional Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Ujung. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-Pemuda Surabaya) untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura / suro (ikan hiu) dan baya / boyo (buaya) yang akhirnya membentuk nama Surabaya.

Kota Surabaya terdiri atas 31 kecamatan dan 163 kelurahan[7]. Berikut adalah daftar kecamatan di Surabaya yang dibagi dalam 5 wilayah:

Surabaya Pusat - Tegalsari, Simokerto, Genteng, Bubutan
Surabaya Timur - Gubeng, Gunung Anyar, Sukolilo, Tambaksari, Mulyorejo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo
Surabaya Barat - Benowo, Pakal, Asemrowo, Sukomanunggal, Tandes, Sambikerep, Lakarsantri
Surabaya Utara - Bulak, Kenjeran, Semampir, Pabean Cantikan, Krembangan
Surabaya Selatan - Wonokromo, Wonocolo, Wiyung, Karangpilang, Jambangan, Gayungan, Dukuh Pakis, Sawahan

Wilayah Surabaya dahulu merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi kota Surabaya ditetapkan yaitu pada tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap serangan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai SURA (ikan hiu / berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BAYA (buaya / bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Kota yang jalan utamanya dulu hampir berbentuk seperti pita dari jembatan Wonokromo di sebelah Selatan menuju ke Jembatan Merah di sebelah Utara sepanjang kurang lebih 13 km tersebut, di akhir tahun 1980-an mulai berubah total. Pertambahan penduduk dan urbanisasi yang pesat, memaksa Surabaya untuk berkembang ke arah Timur dan Barat seperti yang ada sekarang. Bertambahnya kendaraan bermotor, tumbuhnya industri baru serta menjamurnya perumahan yang dikerjakan oleh perusahaan real estate yang menempati pinggiran kota mengakibatkan tidak saja terjadi kemacetan di tengah kota tapi juga tidak jarang terjadi pula di pinggiran kota.

Surabaya telah berkembang jauh dari kota yang relatif kecil dan kumuh di akhir abad ke-19, menjadi kota metropolitan di akhir abad ke-20 dan pada kurun abad ke-21 menjadi salah satu metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Kota yang pada kurun abad ke-20 dan awal abad ke-21 dipandang panas dan kumuh ini juga berhasil berubah menjadi salah satu kota metropolitan yang paling tertata di Indonesia dengan kualitas udara terbersih.
Selengkapnya

Kabupaten Tulungagung - Jawa Timur

Pengumuman CPNS Kabupaten Tulungagung - Jawa TimurKabupaten Tulungagung adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan Kabupaten Tulungagung berada di Kecamatan Tulungagung. Tulungagung terkenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan terletak terletak 154 km barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Batas-batas wilayah Kabupaten Tulungagung secara administratif adalah sebagai berikut:

Sebelah utara: Kabupaten Kediri
Sebelah Selatan: Samudera Hindia
Sebelah Timur: Kabupaten Blitar
Sebelah Barat: Kabupaten Trenggalek

Secara topografi, Tulungagung terletak pada ketinggian 85 m di atas permukaan laut (dpl). Bagian barat laut Kabupaten Tulungagung merupakan daerah pegunungan yang merupakan bagian dari pegunungan Wilis-Liman. Bagian tengah adalah dataran rendah, sedangkan bagian selatan adalah pegunungan yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Kidul. Di sebelah barat laut Tulungagung, tepatnya di Kecamatan Sendang, terdapat Gunung Wilis sebagai titik tertinggi di Kabupaten Tulungagung yang memiliki ketinggian 2552 m. Di tengah Kota Tulungagung, terdapat Kali Ngrowo yang merupakan anak Kali Brantas dan seolah membagi Kota Tulungagung menjadi dua bagian: utara dan selatan. Kali ini sering disebut dengan Kali Parit Raya dari rangkaian Kali Parit Agung.

Kabupaten Tulungagung beribukota di Kecamatan Tulungagung, yang terletak tepat di tengah Kabupaten Tulungagung. Kabupaten Tulungagung terbagi dalam 19 kecamatan, 257 desa, dan 14 kelurahan.

Bandung, Tulungagung
Besuki, Tulungagung
Boyolangu, Tulungagung
Campurdarat, Tulungagung
Gondang, Tulungagung
Kalidawir, Tulungagung
Karangrejo, Tulungagung
Kauman, Tulungagung
Kedungwaru, Tulungagung
Ngantru, Tulungagung
Ngunut, Tulungagung
Pagerwojo, Tulungagung
Pakel, Tulungagung
Pucanglaban, Tulungagung
Rejotangan, Tulungagung
Sendang, Tulungagung
Sumbergempol, Tulungagung
Tanggung Gunung, Tulungagung
Tulungagung, Tulungagung

Pada tahun 1205 M, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja Kertajaya ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa" yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.

Di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit pada masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan dia.
Selengkapnya